Wisudakan 1.619 Mahasiswa, Rektor UNIPMA Dorong Alumni Berdaya Saing dan Berdampak
Universitas PGRI Madiun – Persaingan dunia kerja yang semakin ketat menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki lebih dari sekadar ijazah. Kompetensi profesional, kecakapan teknologi, dan kemampuan membaca peluang menjadi bekal penting untuk memasuki dunia kerja sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan. Tantangan inilah yang menjadi perhatian Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) dalam menyiapkan 1.619 wisudawan dan wisudawati yang dikukuhkan pada Wisuda Program Diploma III ke-5, Sarjana, dan Sekolah Pascasarjana ke-19 Tahun 2026.
Prosesi wisuda berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada 28 dan 31 Oktober 2026 di Gedung Graha Cendekia Universitas PGRI Madiun. Ratusan lulusan berhasil meraih predikat cumlaude, sebagai salah satu bentuk pencapaian akademik sebelum mereka memasuki dunia profesional atau melanjutkan pengembangan karier.
Rektor Universitas PGRI Madiun, Dr. H. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik. Kampus juga perlu memastikan lulusannya memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami mendorong dan mewajibkan mahasiswa mengikuti uji kompetensi. Minimal satu sertifikasi kompetensi sudah kami integrasikan dengan kegiatan akademik. Namun, mahasiswa juga tetap bisa mengambil sertifikasi lain di luar yang ditetapkan kampus,” ujarnya.
Penguatan kompetensi tersebut semakin penting seiring perubahan kebutuhan industri dan pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi ini kian banyak digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan sehingga mahasiswa perlu memahami cara memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas dan membantu menyelesaikan tugas.
Meski demikian, Dr. H. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., mengingatkan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab. Penggunaan AI tetap perlu memperhatikan etika dan norma yang berlaku. Teknologi tersebut semestinya menjadi alat bantu untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, bukan menggantikan pemikiran kritis, peran manusia, maupun tanggung jawab penggunanya.
Selain mempersiapkan lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja, Universitas PGRI Madiun juga mendorong alumni memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Perguruan tinggi, menurut Dr. H. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah Madiun Raya. Persoalan sampah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi dua isu yang membutuhkan perhatian serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.
Komitmen tersebut akan diperkuat melalui program kuliah kerja nyata (KKN). Universitas PGRI Madiun tengah menyiapkan skema KKN yang diarahkan ke wilayah Kota Madiun dengan fokus pada penanganan sampah berbasis masyarakat. Melalui program ini, kampus berupaya menghadirkan gagasan kreatif, inovasi, dan penerapan teknologi yang dapat dimanfaatkan warga untuk mengelola sampah di lingkungan masing-masing.
Menurut Dr. H. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., program tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat. Saat ini, Universitas PGRI Madiun tengah melakukan persiapan, termasuk survei dan pengurusan perizinan. Mahasiswa direncanakan terjun pada periode KKN mendatang, sekitar Desember 2026 hingga Januari 2027.
Upaya itu juga sejalan dengan komunikasi yang dilakukan Universitas PGRI Madiun bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Madiun mengenai peluang kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan keterlibatan langsung di masyarakat, kampus diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Di tengah meningkatnya jumlah lulusan dari berbagai perguruan tinggi, persaingan mendapatkan pekerjaan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, alumni Universitas PGRI Madiun diharapkan memiliki nilai tambah, baik dalam kompetensi, kreativitas, maupun kemampuan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri.
“Kami berharap lulusan Universitas PGRI Madiun mampu bersaing dengan alumni perguruan tinggi lain. Namun, mahasiswa juga jangan hanya terpaku menunggu pekerjaan. Mereka harus mampu melihat peluang dan menciptakan lapangan kerja sendiri,” tegasnya.
Pesan tersebut secara khusus ditujukan kepada para lulusan diploma dan sarjana agar tidak berhenti pada pencapaian akademik. Ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah perlu diterapkan untuk membangun karier, mengembangkan potensi diri, serta membuka peluang usaha.
Melalui penguatan kompetensi, pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab, dan keterlibatan dalam pembangunan masyarakat, Universitas PGRI Madiun berharap 1.619 lulusan yang diwisuda pada 2026 mampu menjadi alumni yang berdaya saing sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan daerahnya.



